Daftar Blog Saya

Selasa, 12 Januari 2010

makalah lengkuas

BUDIDAYA TANAMAN LENGKUAS
(Syarat Untuk Mengikuti Perkuliahan)




Oleh
Riki Haryanto
0643024047
















PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2009




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................1-2
1.2 Tujuan.................................................................................2
1.3 Manfaat...............................................................................2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Morfologi, habitat...............................................................3-7
2.2 Khasiat Alpinia galanga....................................................8-11
BAB III.METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat............................................................12
3.2 Alat dan Bahan..................................................................12
3.3 Pemeliharaan…………………………………………..13
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil..................................................................................14-15
4.2 Pembahasan......................................................................15-24
BAB V. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN






DAFTAR PUSTAKA


Afriastini, J.J. 2005. Bertanam lengkuas. Penebar Swadaya. Jakarta.

Ir. Rukmana, rahmat. 1994. Lengkuas, Yogyakarta : Kanisius.

Ashari, Sumeru. 1995. Hortikultura Aspek Budaya. Jakarta : Universitas Indonesia Press

Kartasapoetra, G. 1996. Budidaya Tanaman Berkhasiat Obat. Jakarta : Rineka Cipta.

Prof. Dr. Ir. Semangun, Haryono. 2000. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura Di Indonesia. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
http://i-herbal.blogspot.com/2008/06/khasiat-lengkuas.html















I. PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang

Lengkuas (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering digunakan oleh para ibu di dapur sebagai penyedap masakan. Manfaat lain tanaman dari India ini adalah sebagai bahan ramuan tradisional dan penyembuh berbagai penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan jamur kulit. Namun, di luar dua manfaat tersebut, lengkuas ternyata juga punya peran dalam memperpanjang umur simpan atau mengawetkan makanan karena aktivitas mikroba pembusuk. Pendeknya, lengkuas dapat berperan sebagai pengganti fungsi formalin yang sekarang sedang hangat diperbincangkan.
Kita mengenal ada dua jenis tumbuhan lengkuas, yaitu varietas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan varietas berimpang umbi merah yang ukurannya lebih besar. Lengkuas berimpang umbi putih umumnya digunakan sebagai penyedap masakan, sedangkan lengkuas berimpang umbi merah banyak digunakan sebagai obat. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas.
Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Beberapa kegunaan lengkuas sebagai tanaman obat mulai dari mengobati rematik, sakit limpa, membangkitkan nafsu makan, bronkhitis, morbili, panu, antibakteria, membersihkan darah, menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mencairkan dahak, mengharumkan serta merangsang otot bahkan dapat membangkitkan gairah seks.
Di samping itu, lengkuas merah bila dimasak dengan cuka encer, dapat dijadikan minuman untuk wanita yang baru melahirkan karena dapat mempercepat pembersihan rahim. Bila dicampur dengan bawang putih yang telah dilumatkan dengan perbandingan 4 – 5 : 1 dan dimasak dengan sedikit cuka, lengkuas bisa menjadi obat kurap dengan cara dioleskan pada kulit yang terserang kurap. Bahkan bila diremas-remas dengan cuka dan dioleskan seperti lulur, lengkuas mampu menyingkirkan bercak-bercak kulit dan tahi lalat.

1.2 Tujuan

Tujuan diadakannya praktikum pemeliharaan tanaman obat ini yaitu :
1. Untuk memenuhi persyaratan mengikuti perkuliahan biologi tanaman obat
2. Untuk mengetahui kegunaan tanaman lengkuas
3. Untuk menambah pengetahuan tentang tanaman lengkuas
4. Untuk menambah keterampilan penulis dalam menanam lengkuas


1.3 Manfaat

Manfaat diadakannya praktikum pemeliharaan tanaaman kencur ini, yaitu : Untuk menambah pengetahuan penulis tentang tanaman lengkuas.










III. METODE PRAKTIKUM


3.1 Waktu dan Tempat

a. Waktu

Tanaman lengkuas ini ditanam pada hari rabu tanggal 20 Oktober 2009 pada pukul 16.00 WIB.

b. Tempat

Tanaman lengkuas ini ditanam di dalam polibek berukuran 1/2 kg dan ditempatkan di depan rumah.


3.2 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
1. Polibeq
2. Cangkul

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini, yaitu :
1. Tanaman lengkuas
2. tanah
3. Pupuk
4. Air

3.3 Pemeliharaan Tanaman
Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman lengkuas, yaitu :
• Penyiraman (pengairan), terutama pada fase awal pertumbuhan. Kegiatan ini dilaukan 4-6 hari sekali, untuk menjaga agar tanah tidak kekeringan. Setelah tanaman cukup kuat, pengairan berangsur-angsur dikurangi.
• Penyiangan, dilaukan mulai umur tanaman 1-2 bulan bersamaan dengan kegiatan pemupukan. Penyiangan berikutnya tergantung keadaan gulma (rumput liar)
• Pemupukan, minimal dilaukan 2 kali, yaitu pada umur 1-2 bulan dan diulang ketika tanaman berumur 3 bulan.
• Pembumbunan, yakni menimbun tanah disekitar rumpun tanaman untuk merangsang pembentuksn rimpang atau anakan.

Pemilihan bibit
Rimpang yang baik untuk dijadikan bibit diperoleh dari rimpang yang cukup tua, berumur sekitar 8-10 bulan dengan penampilan sehat. Rimpang yang akan dijadikan bibit dipotong-potong menjadi beberapa bagian dengan panjang antara 2,5-4 cm. Rimpang yang akan digunakan sebagai bibit dapat disimpan terlebih dahulu ditempat kering. Keuntungan yang diperoleh jika bibit disimpan terlebih dahulu sebelum ditanam adalah dapat diketahui bibit yang bertunas serta bibit yang tidak bertunas dan busuk sehingga dapat langsung dipisahkan. Namun, kekurangannya adalah bila melebihi batas penyimpanan, tunas sudah mulai tinggi sehingga pada saat akan dipindahkan untuk ditanam sangat rentan karena tunas mudah patah.












II. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Morfologi dan Habitat



















klasifikasi
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub-diviso : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zungiberaceae
Genus : Alpinia
Species : Alpinia galanga

MORFOLOGI

BATANG

Merupakan terna berumur panjang, tinggi sekitar 1 sampai 2 meter, bahkan
dapat mencapai 3,5 meter. Biasanya tumbuh dalam rumpun yang rapat. Batangnya
tegak, tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu,
berwarna hijau agak keputih- putihan. Batang muda keluar sebagai tunas dari
pangkal batang tua. Pohon lengkuas putih umumnya lebih tinggi dari padalengkuas merah. Pohon lengkuas putih dapat mencapai tinggi 3 meter, sedangkan pohon lengkuas merah umumnya hanya sampai 1-1,5 meter

DAUN

Daun tunggal, berwarna hijau, bertangkai pendek, tersusun berseling. Daun di
sebelah bawah dan atas biasanya lebih kecil dari pada yang di tengah. Bentuk daun lanset memanjang, ujung runcing, pangkal tumpul, dengan tepi daun rata.
Pertulangan daun menyirip. Panjang daun sekitar 20 - 60 cm, dan lebarnya 4 - 1 5cm. Pelepah daun lebih kurang 15 - 30 cm, beralur, warnanya hijau. Pelepah daun ini saling menutup membentuk batang semu berwarna hijau.











BUNGA
Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk berbentuk lonceng, berbau harum,
berwarna putih kehijauan atau putih kekuningan, terdapat dalam tandan
bergagang panjang dan ramping, yang terletak tegak di ujung batang. Ukuran
perbungaan lebih kurang 10-30 cm x 5-7 cm. Jumlah bunga di bagian bawah
tandan lebih banyak dari pada di bagian atas, sehingga tandan tampak berbentuk
piramida memanjang. Panjang bibir bunga 2,5 cm, berwarna putih dengan garis
miring warna merah muda pada tiap sisi. Mahkota bunga yang masih kuncup, pada bagian ujungnya berwarna putih, sedangkan pangkalnya berwarna hijau. Bunga agak berbau harum.
















BUAH

Buahnya buah buni, berbentuk bulat, keras. Sewaktu masih muda berwarna
hijau-kuning, setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan, berdiameter lebih
kurang 1 cm. Ada juga yang buahnya berwarna merah. Bijinya kecil-kecil,
berbentuk lonjong, berwarna hitam.

RIMPANG

Rimpang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4
cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau
kuning kehijauan pucat,mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Untuk mendapatkan rimpang yang masih berserat halus, panen harus dilakukan sebelum tanaman berumur lebih kurang 3 bulan. Rasanya tajam pedas, menggigit, dan berbau harum karena kandungan minyak atsirinya. Sebenarnya lengkuas ada dua macam, yaitu lengkuas merah dan putih. Lengkuas putih banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas merah.












Berdasarkan ukuran rimpangnya, lengkuas juga dibedakan menjadi dua varitas, yaitu yang berimpang besar dan kecil. Oleh karena itu, paling tidak ada tiga kultivar lengkuas yang sudah dikenal, yang dibedakan berdasarkan ukuran dan warna rimpang, yaitu lengkuas merah, lengkuas putih besar, dan lengkuas putih kecil. Lengkuas mudah diperbanyak dengan potongan rimpang yang bermata atau bertunas. Juga dapat diperbanyak dengan pemisahan anakannya, atau dengan biji. Tanaman inimudahdibudidayakan tanpa perawatan khusus.

Bagian tumbuhan yang digunakan

• Rimpang
• Buah
• Biji
• Daun
• Batang muda
• Tunas bunga
Habitat
Kemampuan penyesuaian tanaman lengkuas terhadap lingkungan tumbuh cukup tinggi. Tanaman ini mempunyai daya produksi tinggi didaerah yang mempunyai kondisi :

a. Iklim
1. Ketinggian tempat : 1 - 1200 m diatas permukaan laut
2. Curah hujan tahunan : 2500 - 4000 mm/tahun
3. Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 7 - 9 bulan
4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 - 5 bulan
5. Suhu udara : 29' C - 25' C.
6. Kelembapan : sedang
7. Penyinaran : tinggi

b. Tanah
1. Jenis : latosol merah coklat, andosol, aluvial.
2. Tekstur : lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah, lateristik.
3. Drainase : baik
4. Kedalaman air tanah : 50 - 100 cm dari permukaan tanah
5. Kedalaman perakaran : 10 - 30 cm dari permukaan tanah
6. Kesuburan : sedang - tinggi


Tanaman lengkuas tumbuh baik ditempat terbuka yang mendapatkan sinar penuh, tetapi memerlukan naungan ringan untuk pertumbuhan yang optimum. Hal ini dapat diamati pada tanaman lengkuas yang ditanam secara monokultur daunnya melipat (menutup pada siang hari). Sekalipun demikian, lengkuas yang ditanam di tempat yang terlindung, justru hanya menghasilkan daun-daun saja.

Disamping itu, kesuburan tanahnya harus diperkaya dengan bahan organik, antara lain dengan pemberian pupuk kandang atau kompos. Pada tanah yang kurang subur apalagi becek, pertumbuhan tanaman lengkuas kurang baik, sedikit beranak dan rimpang-rimpangnya banyak yang membusuk.

 Khasiat Alpinia galanga
Khasiat lengkuas sudah tidak diragukan lagi, terutama bagi praktisi kuliner tradisional. Lengkuas menjadi salah satu rempah – rempah favorite, yang digunakan sebagai bumbu masakan tradisional Indonesia, dari mulai sayur asem, gulai sampai dengan bumbu bali yang resepnya dapat kita lihat pada
Resep Ayam Bumbu Bali. dalam dunia masakan tradisional, tunas samping lengkuas yang masih muda, juga sering digunakan sebagai lalapan. Satu hal yang sangat menarik adalah lengkuas dapat digunakan sebagai bahan pengawet makanan yang sehat. Di kalangan peniliti tehnologi pangan, minyak atsiri lengkuas dikenal mempunyai aktifitas anti mikroba, yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba pathogen dan perusak pangan. Jadi sudah tidak alasan menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan, untuk ini sebaiknya pergunakan varietas lengkuas merah.
Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakah, rimpang lengkuas juga memiliki khasiat sebagai obat yang cukup familiar di masyarakat. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Rimpang lengkuas merah yang dimasak dan ditambahkan dengan cuka encer, biasa digunakan sebagai minuman wanita yang baru melahirkan. Tehnik pengobatan ini dalam masyarakat diyakini mampu mempercepat pembersihan rahim.
2. Rimpang lengkuas yang dicampurkan dengan bawang putih dengan perbandingan 1:4, kemudian dicampur dengan cuka banyak digunakan untuk melakukan pengobatan pada borok, panu, kudis dan koreng.
3. Bagi mereka yang terkena rematik, rimpang lengkuas juga sangat mujarab untuk membantu mengatasi rematik. Caranya, rimpang lengkuas dipotong – potong dan direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan ini digunakan untuk mandi.
4. Masih banyak khasiat lengkuas dalam pengobatan tradisional kita, misal sebagai obat gosok, membantu mengeluarkan lendir pada saluran pernapasan dan lain – lain.
Penggunaan tradisional

Rimpangnya sering digunakan untuk mengatasi gangguan lambung, misalnya kolik dan untuk mengeluarkan angin dari perut (stomachikum), menambah nafsu
makan, menetralkan keracunan makanan, menghi- langkan rasa sakit (analgetikum), melancarkan buang air kecil (diuretikum), mengatasi gangguan ginjal, dan mengobati penyakit herpes. Juga digunakan untuk mengobati diare, disentri, demam, kejang karena demam, sakit tenggorokan, sariawan, batuk berdahak, radang paru-paru, pembesaran limpa, dan untuk menghilangkan bau mulut. Rimpang lengkuas yang dikunyah kemudian diborehkan ke dahi dan seluruh tubuh diyakini dapat meng- obati kejang-kejang pada bayi dan anak-anak.
Disamping itu rimpang lengkuas juga dianggap memiliki khasiat sebagai anti tumor atau anti kanker terutama tumor di bagian mulut dan lambung, dan kadangkadang digunakan juga sebagai afrodisiaka (peningkat libido). Khasiatnya yang sudah dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai penelitian adalah sebagai anti jamur. Secara tradisional dari sejak zaman dahulu kala, parutan rimpang lengkuas kerap digunakan sebagai obat penyakit kulit, terutama yang disebabkan oleh jamur, seperti panu, kurap, eksim, jerawat, koreng, bisul, dan sebagainya. Di India dan Malaysia, rebusan rimpang lengkuas atau rimpang yang dimasak bersama nasi diberikan kepada para ibu sehabis melahirkan. Di banyak negara di Asia, rimpang lengkuas digunakan sebagai bumbu masak. Demikian pula buahnya sering digunakan sebagai bumbu masak atau rempah pengganti kapulaga. Minyak lengkuas (Oleum galanga) sering ditambahkan sebagai aroma dalam pembuatan minuman keras dan bir. Oleum galanga juga bersifat insektisida. Buah lengkuas dapat digunakan untuk menghilangkan rasa dingin, kembung dan sakit pada ulu hati, muntah, mual, diare, kecegukan (singuitus), dan untuk menambah nafsu makan. Juga dapat digunakan untuk menyembuhkan bisul. Biji digunakan untuk mengatasi kolik, diare, dan muntah-muntah. Daunnya digunakan sebagai pembersih untuk ibu sehabis melahirkan, untuk air mandi bagi penderita rematik, dan sebagai stimulansia. Tunas muda lengkuas dapat digunakan untuk mengobati infeksi ri ngan pada telinga. Batang yang sangat muda (umbut) dan tunas atau kuncup bunga dapat dimakan sebagai lalap atau sayur setelah direbus atau dikukus terlebih dahulu.

Nama daerah

o Lengkueus (Gayo)
o Langkueueh (Aceh)
o Kelawas(Karo)
o Halawas(Simalungun)
o Lakuwe (Nias)
o Lengkuas (Melayu)
o Langkuweh (Minang)
o Lawas(Lampung)
o Laja (Sunda)
o Laos (Jawa, Madura)
o Langkuwas, Laus (Banjar)
o Laja, Kalawasan, lahwas, Isem (Bali)
o Laja, Langkuwasa(Makasar)
o Aliku (Bugis)
o Lingkuwas (Menado)
o Likui, Lingkuboto (Gorontalo)
o Laawasi lawasi (Ambon)
o Lawase,Lakwase, Kourola (Seram)
o Galiasa, Galiaha, Waliasa (Ternate, Halmahera)
o Langkwas (Roti)
o Hingkuase (Sangihe)
o Langkuwas (Basemah)
o Laawasi,Lawasi (Alfuru)
o Lauwasel (Saparua)
o Langoase (Buru)
o Lengkuas, Puar (Malaysia)
o Langkauas, Palia (Filipina)
o Padagoji (Burma)
o Kom deng, Pras (Kamboja)
o Kha (Laos, Thailand)
o Hong dou ku (Cina)
o Galangal, Greater galangal, Java galangal, Siamese ginger (Inggeris)
o Grote galanga, Galanga de I'Inde (Belanda)
o Galanga (Perancis)
o Grosser galgant (Jerman)

Macam Lengkuas

Sebenarnya lengkuas ada dua macam, yaitu lengkuas merah dan putih. Lengkuas putih banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas merah. Pohon lengkuas putih umumnya lebih tinggi dari pada lengkuas merah. Pohon lengkuas putih dapat mencapai tinggi 3 meter, sedangkan pohon lengkuas merah umumnya hanya sampai 1-1,5 meter. Berdasarkan ukuran rimpangnya, lengkuas juga dibedakan menjadi dua varitas, yaitu yang berimpang besar dan kecil. Oleh karena itu, paling tidak ada tiga kultivar lengkuas yang sudah dikenal, yang dibedakan berdasarkan ukuran dan warna rimpang, yaitu lengkuas merah, lengkuas putih besar, dan lengkuas putih kecil. Lengkuas mudah diperbanyak dengan potongan rimpang yang bermata atau bertunas. Juga dapat diperbanyak dengan pemisahan anakannya, atau dengan biji. Tanaman ini mudah dibudidayakan tanpa perawatan khusus.










IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 hasil praktikum

No Tanaman Tinggi tanaman (setiap 10 hari) cm
0 10 20 30 40 50 60
1 Tanaman lengkuas 0 cm 3 cm 8 cm 15 cm 23 cm 30 cm 36 cm


Kegitan yang dilakukan pada pemeliharaan tanaman lengkuas yaitu :

1. Tanaman lengkuas disiram setiap 3 hari sekali sebanyak 1 gelas plastik.
2. Tanaman lengkuas di ukur tingginya setiap 10 hari sekali menggunakan penggaris.
3. Apabila ada rimpang lengkuas yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat.
4. Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air, unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur.
5. Seperti halnya tanaman rimpang lainnya, pada lengkuas pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 hari sekali.
6. Penggunaan/pemberian pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, dan luas area daun lengkuas secara nyata.



4.2 Pembahasan
Pertumbuhan
Pertumbuhan tanaman kunyit tersebut di pengaruhi oleh air, unsur hara, kelembaban, cahaya matahari, udara, jenis tanah, suhu, hormon pertumbuhan, dll. Pertumbuhan tanaman lengkuas ± 2 bln di amati pertumbuhannya tinggi batang setiap 10 hari sekali. pada 10 hari pertama tinggi batang lengkuas 3 cm. Pada lengkuas berumur 20 hari tinggi batangnya 8 cm. Pada lengkuas berumur 30 hari tinggi batangnya 15 cm. pada lengkuas berumur 40 hari tinggi batangnya 23 cm. Pada lengkuas berumur 50 hari tinggi batangnya 30 cm. Pada lengkuas berumur 60 hari tinggi batangnya 36 cm.

 Zat Kimia Yang Terkandung Pada Lengkuas
Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate.

Rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1 % minyak atsiri berwarna kuning
kehijauan yang terutama terdiri dari metil-sinamat 48 %, sineol 20 % - 30 %,
eugenol, kamfer 1 %, seskuiterpen, δ-pinen, galangin, dan lain-lain. Selain itu
rimpang juga mengandung resin yang disebut galangol, kristal berwarna kuning
yang disebut kaemferida dan galangin, kadinen, heksabidrokadalen hidrat,
kuersetin, amilum, beberapa senyawa flavonoid, dan lain-lain.

Penelitian yang lebih intensif menemukan bahwa rimpang lengkuas mengandung
zat-zat yang dapat menghambat enzim xanthin oksidase sehingga bersifat sebagai
antitumor, yaitu trans-p-kumari diasetat, transkoniferil diasetat, asetoksi chavikol
asetat, asetoksi eugenol setat, dan 4-hidroksi benzaidehida (Noro dkk., 1988). Juga mengandung suatu senyawa diarilheptanoid yang di- namakan 1-(4-hidroksifenil)-7- fenilheptan-3,5-diol.

Buah lengkuas mengandung asetoksichavikol asetat dan asetoksieugenol
asetat yang bersifat anti radang dan antitumor (Yu dan kawan-kawan, 1988). Juga
me- ngandung kariofilen oksida, kario- filenol, kuersetin-3-metil eter,
isoramnetin, kaemferida, galangin, galangin-3-metil eter, ramnositrin, dan 7-
hidroksi-3,5-dimetoksiflavon.

Biji lengkuas mengandung senyawa-senyawa diterpen yang bersifat sitotoksik
dan antifungal, yaitu galanal A, galanal B, galanolakton, 12-labdiena-15,16-dial,
dan 17- epoksilabd-12-ena-15,16-dial (Morita dan ltokawa, 1988).

Dalam setiap 100 g bahagian rizom lengkuas mengandungi: Air 89.9 g, protein 0.9 g, lemak 0.7 g, karbohidrat 6.5 g, serat 1.6 g, kalsium 18 mg, fosforus 26 mg, ferum 1.2 mg, natrium 2 mg, kalium 81 mg, vitamin B1 0.02 mg, vitamin B2 0.04 mg, niasin 0.4 mg, vitamin 0.0 mg.

 Pembiakan

Pembiakan herba ini adalah dengan cara belahan rumpun. Rumpun berizom ini ditanam terus ke tanah. Tanah yang sesuai ialah tanah yang lembap sedikit tetapi bersaliran baik. Herba ini tidak memerlukan jagaan yang rapi. Pekebun hanya perlu membersihkan pangkalnya dan membuang batang yang kering. Selain itu mengembangbiakkan tanaman ini dapat dilakukan juga dengan potongan rimpang yang sudah memiliki mata tunas. Selain itu dapat pula dengan memisahkan sebagian rumpun anakan. Pemeliharaannya mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan. Terutama pupuk dasar.

 Panen

Ciri-ciri yang dapat dijadikan pedoman bahwa tanaman lengkuas sudah saatnya dipanen adalah :

• Telah berumur cukup tua, antara 9-12 bulan.
• Daun-daunnya tampak layu, menguning dan mengering atau berguguran.
• Rimpangnya berwarna coklat mengilap, dagingnya keras dan liat (alot)

Gejala seperti itu terjadi pada musim kemarau atau tanaman sudah berumur lebih dari 6 bulan. Pada usia ini tanaman lengkuas mulai mengakhiri pertumbuhan vegetatifnya dengan dicirikan oleh terhentinya pembentukan tunas-tunas baru dan mulai muncul bunga.

Pada keadaan tertentu yang tidak memungkinkan dipanen, misalnya harga pasar sedang turun (rendah), maka pemanenan dapat ditunda pada musim berikutnya. Untuk menjaga harga tanaman tetap utuh, maka semua rumpun lengkuas dibumbun tanah kembali. Bahkan perlu juga dilakukan pemupukan tambahan. Cara ini tidak akan mengurangi kualitas hasil, tetapi justru meningkatkan hasil persatuan luas karena adanya pertambahan anakan atau rimpang baru.Cara pemanenan lengkuas dapat dilakukan hanya dengan mengambil sebagian dari rimpangnya saja. Cara panennya adalah memotong atau mematahkan sebagian rimpang dari rumpun tanaman, kemudian sisanya dibiarkan tumbuh menjadi tumbuhan baru.


 Dalam dunia industri, rimpang lengkuas dijual dalam bentuk simplisia. Sebagaimana cara membuat simplisia pada jenis rempah – rempah yang lainnya, rimpang lengkuas dibersihkan dan dipotong – potong serta dikeringkan tanpa sinar matahari langsung ( diangin – anginkan bahasa jawanya ). Hal ini untuk mencegah berkurangnya kandungan minyak asiri pada rimpang lengkuas. Simplisia rimpang lengkuas ini didalam dunia industri dikenal sebagai Galanga Rhizome. Kandungan minyak asiri pada rimpang lengkuas, berwarna kuning kehijauan, berbau khas dan rasanya pahit serta terasa dingin di lidah.

 Pengolahan Lanjutan Dan Pemanfaatan Lengkuas
Manfaat Lengkuas:
Beberapa Khasiat dari Lengkuas dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit, diantaranya :
1. Obat Gosok
Komposisi :
Rimpah Lengkuas dan Alkohol
Cara menyajikan :
Iris rimpang lengkuas, rendam dalam alcohol
Pengobatan :
Digosokan pada daerah yang sakit

2. Rematik
Cara Pertama :
Komposisi :
Rimpah Lengkuas secukupnya.
Cara menyajikan :
Cuci bersih rimpang lengkuas, lalu rebus
Pengobatan:
Siramkan air rebusannya pada saat masih hangat ke persendian yang terasa sakit.
Cara Kedua :
Komposisi :
3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, setengah sendok teh bubuk merica, 1 potong gula merah dan 2 gelas air santan kelapa.
Cara menyajikan :
direbus bersama-sama hingga airnya tinggal 1 gelas
Pengobatan:
Diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu.
3. Sakit Kepala, Nyeri dada, Menguatkan Lambung dan Memperbaiki Pencernaan
Cara membuat:
Dengan mengkomsusinya sebagai campuran masakan sehari-hari.

4. Kurap
Komposisi :
1 Rimpah Lengkuas , 4 siung Bawang Putih dan cuka secukupnya
Cara menyajikan :
Giling semua bahan sampai halus kemdian diberi air panas sedikit
Cara Menggunakan :
di kompreskan di tempat yang sakit

5. Panu





a. Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore.
b. Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus
Cara membuat: rimpang lengkuas dipotong-potong.
Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan
potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spirtus

6. Reumatik




a. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam
kampung
Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya,
telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya,
kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.
menggunakan: diminum 1 kali sehari
b. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk
merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama
hingga airnya tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu

7. Sakit Limpa
Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi
temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

8. Membangkitkan Gairah Seks
Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi
halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica,
1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.
Cara membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk
diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain
dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.
Cara menggunakan: diminum.

9. Membangkitkan Nafsu Makan

a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu
mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh
bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa
yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.

b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang
temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit
adas pulawaras.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari

10. Bronkhitis
Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing 2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian
direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore



Gambar penyakit bronkitis.

11. Morbili
Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh
minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.
Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur
dengan bahan lainnya sampai halus.
Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar

12. Masuk angin.
Bahan : 2 jari rimpang, parut, remas dengan 3 sendok makan
madu dan 1 sendok arak.
Cara membuat : di parut lalu diPeras, saring, minum, sehari 2
sendok makan.

13. Diare.
Bahan : 3/4 jari rimpang, parut, + 1/2 cangkir air + 1 sedok
madu.
Cara membuat : diparut kemudian diPeras, saring, minum.
Cara pakai : 2 kali sehari.



14. Pembersihan sehabis bersalin (nifas).
Bahan : Rimpang lengkuas yang masih muda sebesar 3 jari
Cara Membuat : dicuci lalu dipotong-potong. Rebus dengan air
secukupnya, minum.


15. Eksema.
Bahan : Satu jari rimpang, cuci, parut, tambahkan air kapur sirih
secukupnya, aduk jadi adonan seperti bubur.
Pakai untuk menurap kulit yang terkena eksema, lalu dibalut.
Ganti dua kali sehari

16. Bercak-bercak kulit dan tahi lalat (sproeten).
Bahan : Dua jari rimpang digiling halus, tambahkan cuka
secukupnya menjadi seperti bubur.
Cara menggunakan : Oleskan di bagian tubuh yang terdapat
kelainan kulit.

17. Nyeri haid.
Bahan : Seibu jari lengkuas segar, setelunjuk kunyit dicuci, kupas,
memarkan, 1 sendok makan penuh ketumbar, 3 tanaman meniran
beserta akarnya, cuci, rebus semua dengan 4 gelas air sampai airnya
tinggal setengah, saring, untuk digunakan 2 hari. Minum pagi dan sore
@ 1/2 gelas. Yang belum terminum simpan di lemari es.

18. Radang telinga.
Satu jari rimpang lengkuas dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan
dua sendok makan air masak, diperas lalu disaring. Airnya dipakai
untuk menetesi telinga yang sakit. sehari empat kali, sebanyak
dua sampai tiga tetes. Hingga radang berkurang.


Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Lengkuas
1. Hama
a. Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera.)
 Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk.
 Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.

2. Penyakit
a. Busuk bakteri rimpang
 Penyebab : : oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian, sehingga luka rimpang kemasukan cendawan.
 Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas, kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos.
 Pengendalian:
1. mencegah terjadi genangan air pada lahan, mencegah terlukanya rimpang; penyemprotan fungisida dithane M-45.
3. Gulma : Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang, rumput teki, rumput lulangan, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya.







KATA PENGANTAR


Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan hidayahnya makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi.

Dalam menyusun makalah ini saya mendapat bimbingan dari ibu Pramudianti selaku dosen mata kuliah Biologi Tanaman Obat. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Terima kasih juga saya ucapkan pada pihak-pihak yang membantu terselesaikannya makalah ini.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan, untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi saya dan pembaca.



Bandar Lampung, 19 desember 2009,


Penulis
Riki Haryanto
0643024047







V. KESIMPULAN

Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Tumbuhan Lengkuas dapat dimanfaat sebagai obat seperti rematik, nyeri haid, panu, radang telinga, bercak-bercak kulit dan tahi lalat, kutil,diare, penambah nafsu makan, eksima, masuk angin, bronchitis, menambah gairah seks, rematik, dll.
2. Pertumbuhan lengkuas di pengaruhi oleh air, jenis tanah, iklim, ketinggian tempat, media tanam, unsur hara, kelembaban, suhu dll.
3. Kerusakan tumbuhan kunyit dapat disebabkan oleh hama, penyakit (Panchaetothrips), gulma (alang-alang, rumput teki, rumput lulangan, ageratum).
4. Kandungan Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate.

















L A M P I R A N









Lengkuas berumur Hari


Lengkuas berumur hari




Lengkuas berumur hari



Lengkuas berumur 60 hari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar